SEMUA BERUBAH HANYA KARNA AIR MATA TAK
BERGUNA
Manusia yang bersalah tak mengakui kesalahan...
Tanpa berani merangkai kata, namun hanya mampu
merintih...
mEmbutuhkan perhatian tuk mengerti apa yang terjadi...
Buaian manusia yang ternoda...alam sekitar hanya
mendengarnya...
Namun insan lainnya tak berani tuk menuangkan kata di
depannya...
Karena insan lainya menganggap dia ada, berdiri di depan
para insan...
Tapi apa pernah insan yang berdiri menganggap insan
lainnya ada???
Kesimpulan darinya sebuah penyesalan,,, penyesalan tak
berguna...
Malukah dia? Tidak...namun dia bangga mengusik insan lain
dengan pedihnya air mata berdarah...
Menangis hanya sekali...menghindar dari rasa malu...
Mundur ke belakang tuk mencari ruang bebas...menghindar
dari setiap tugas...
Merelakan kehancuran yang datang...sedangkan insan yang
bangga...menjadi sesal...
Senyuman manis dari mulut yang berbisa...tak sadar?!!
Senyuman duri dari insan...
Tak hanya mawar yang berduri...mahkota yang indah
mempesona...
Namun,,dari insan yang diam,luluh,namun berapi...bagai
larva panas yang mengalir...
Biarkan dia dengar...biarkan dia marah...apa yag akan dia lakukan???
Melempar tombak api lambang kemarahan?menancapkan duri
lambang kesakitan?!
Ataukah air yang mengalir dari mata sungai hitam itu?!
Itu tak sepantas dengan apa yang di berikan pada dunia
ini...
Pribadi ini malu dengan resep hidupya...bagitu hambar
bila dicicipi...
Pribadi ini berhak tuk meruntuhkan insan yang tak
memiliki aroma persahabatan...
Namun,,, pribadi ini kan terus menganggap dirinya
ada...karena dia berhak tuk hidup di alam semesta ini...
Hanya alam yang punya hukum atas kehendak Sang
Pencipta...
Ingatkan insan itu tuk mencoba memahami keegoisan atas
dasar pengalaman...
Bukan segalanya,,, dia mampu memberi namun tak ada insan
yang meminta...
Apalah jadi kiasan tangan di atas lebih mulia dari pada
tangan di bawah...
Benar hukum berlaku...dia memberi namun jutaan menolak...
Sakit ka dia rasa!!!muka merah yang kan di pacarkan...
Lambang keegoisan kan musnah dengan pendirian yang di
miliki insan mulia...
Insan mulia bukan slalu benar dan juga sepurna...
Namun,kemuliaan itu kan abadi tuk jalani hidup yang penuh
liku ini...
Hargai hidup dan tetap eniti lagkah mengikuti arus yang
beraroma surga...
Hidup yang berarti... kan slalu ada...
By: Sri
Astuti
( Buah hati dari
Bunda )
HANYA BUAIAN JANJI
( By Sri Astuti buah hati dari bunda )
Mutiara bertaburan
dari mulut yang terbuka … berkilau … namun berduri …
Putih bersinar …
karena jabatan dan penghargaan …
Kasih yang didapat dari
orang yang disakiti …
Ancaman datang ia
menghina … membiarkan semua teriris …
Dalam hidup kita
bersaudara … namun dalam hati dia buaya …
Apakah pantas dia
berkelana ? melewati jembatan kasih yang suci …
Hanya menyebar janji
yang tak pasti … untaian rantai yang penuh duri …
Berevolusi
mengelilingi bumi … hampir semua insan di dunia meratapi …
Mengapa dia harus
disini ? benar, bila dia dilahirkan untuk melindungi bumi …
Bumi yang memiliki
bulan sebagai satelit … dimana kehidupan berpijar …
Namun dia berperan
sebagai makhluk asing yang menghuni dunia …
Dia membawa ancaman
bagi manusia … manusia yang mencari jati diri …
Manusia yang kan mewarnai bumi yang
menjadi taman bahagia …
Dia tidak tau
betapa sulit … sulit tuk mencari insane
yang melambangkan setia …
Insane asing ini …
membawa noda hati yang menjalar disetiap akar – akar nadi …
Yang bila dibiarkan kan merusak semua
jaringan saraf yang bekerja …
Insane bumi yang
meratapi … memohon pada sang pencipta …
Lindungi semua raga
yang melekat dalam jiwa … datangkan ketenangan …
Insane asing
mendengar … namun tak ada getaran dalam jiwanya … dia bagai atom …
Hanya diam tanpa
digerakkan … sungguh buaian dari insane yang tak berperasaan …
Doa yang dipanjatkan
dari insane bumi … patahkan akar hitam dari insane itu …
Agar dia mampu
memahami dunia … agar dia sadar atas
kelakuannya …
Jalan kebenaran … kan dia tuju apabila dia
tidak memberi buaian semata …
Kala
Duka Menyentuh Hati
Perasaan yang ada dalam hati sangat beraneka
ragam rupa yang menjelma…
Rumusan takdir yang slalu tersimpan dalam hati,
dalam buaian…
Namun tak disangka kadang duka ini menyentuh
hati…
Kadang diri ini terhentak dengan kehadirannya,
namun apalah daya yang dikata…
Pribadi yang kuat tak disangka mampu tergoyah
oleh rayuan kesedihan…
Pakah kan
slalu begitu?? Dakah seseorang yang slalu mengertinya??...
Kata sebuah ungkapan jika seseorang terkena
virus kesedihan janganlah kau dekati…
Apa yang dilakukan oleh insan lain? Biarkan
ketenangan dan tawa sedikit dari hati kecil yang menyambut senyum itu…
Jangan pengaruhi dengan kata – kata manismu…
Menyimpan semua kenangan itu dengan gurauan dari
insan lain…
Diri ini yakin pada kekuatan cinta dari insan
yang membawa kasih sayang dalam rantai persahabatan…
Kuatkan hati dalam mengerti hidup ini
kebahagiaan kan
ada dan datang pada surga hatimu…
Air matamu sangat berharga untuk sahabat atau insan
yang bahagia melihat senyum darimu…
Gunakan kesempatan yang indah itu ketika
dirimu sangat berarti untuk insan
terdekat…
Apalah guna air matamu? Kau alirkan dari tepi
mata yang tak pantas tuk dilewati olehnya…
Dan jangan biarkan duka menyentuh hatimu… namun
biarkan lembutnya kasih sayang merenggut jiwa…
Maka sempatkan sedikit pemanis tuk memberi warna
yang indah untuk dirimu…
Terus dan terus tegar tuk menyemput asamu…
Kabahagiaan menanti tuk slamanya…
Sahabat mencintaimu…..
( By Astuti Buah hati dari Bunda )
Kuatkah
Hati Ini??
Awal
kahidupan yang mula hadir dalam langkah kecilku …
Ku
yakin ku mampu berjalan dan meraih citaku…
Dari
balita yang suci kan
ada banyak cerita yang hadir…
Perjalanan
langkah menuju remaja, cobaan kan
melanda dan mengiringi…
Adakah
insane yang menemani langkah ini??
Ku
coba cari insane tuk jadi teman hidup, berbagi cerita apapun…
Namun,
mengapa kadang hati ini merasa sepi dan tak bersahabat…
Padahal
diluar bayangan ataupun pikiran ini mereka tersenyum pada ku…
Menginginkan
suara hatiku bicara pada mereka… mengajak mereka…
Kuatkah
hati ini?? Mendengar semua kata manis dari mereka?...
Kepada
siapa lagi diri ini bersimpuh terkecuali pada Sang Penguasa semua insane…
Merintih,
bercakap pada hati kecil… apalah daya hati kecil tak mampu membalas…
Makna
kata dari pepatah hidup sendiri bagai kaktus yang hidup tanpa sentuhan tangan
manusia…
Duri
yang menancap pada jari kan
mengalirkan duka yang berkepanjangan…
Walau
lirih namun kan
merasuk dalam hati ini…
Begipun
insane yang tanpa dosa namun harus mengemban beban itu…
Ocehan
dari insane yang sangat pedih bila dirasa, apa salah diri ini ??...
Satu
doa yang slalu ku panjatkan kuatkah diri ini??....
Semangat
kan kubawa
tuk mencapai kebahagiaan hidup ku…
Semoga
kekuatan cinta dunia dan surga mampu menerangi lentera hatiku …
Ku
kan sanggup
jalani hari ini tanpa adanya goyahan angin yang menerpa ataupun melanda…
Akan
ada pembuktian dari tujuan hidupku… bersahabat dengan insane lainnya…
Hingga
dunia kan
mengenangku… tunjukkan diri ini kuat,tak rapuh dan mampu…
Separuh
Nafas Dalam Kotak Kaca
Ku
terbangun dalam hembusan nafas, seluruh tubuh kan terasa kuat olehnya…
Kesejukan
dunia kan
slalu menghempas diri ini… hanya kehangatan yang ku nanti…
Rumah
yang kurangkai dengan kisah hidup slalu tercantum pada genggaman tangan…
Kepedihan
slalu terhapus dengan adanya desah nafas yang berganti dari lubang kecil ini…
Hidup
ini seperti balon udara tanpa tiupan gas yang datang tak mampu terbang tuk
menyapa luasnya dunia…
Ku
serahkan sebagian hidup ini tuk jalani arah langkahku… hanya sebagian nafas
yang tertinggal…
Kemana
harus ku hempaskan? Adakah tempat tuk merasakannya??...
Mungkin
hanya harapan dan keinginan yang ku punya…
Inilah
insane yang ada di bumi dimana kita berpijak…
Separuh
nafas yang terpendam dalam kotak kaca yang tak mampu menembus udara luar…
Hanya
meninggalkan bekas udara yang penuh gas karbondioksida…
Kotak
kaca kan
ternoda olehnya…
Namun
apa daya hanya itu yang mampu ku lakukan…
Tiada
lagi yang mampu mendengarkan nafas sedihku…
Kecuali
diri ini menyapa mentari tuk dengarkan cerita pagi ku setiap hari…
Slalu
menyinari diri ini dengan nafas kebahagiaan…
Yang
kan slalu
nampak pada dinding kaca kotak tuk memendang panorama hidup…
Tuk
mendengar irama kicauan burung disarangnya…
Slalu
ingatkan diri ini bahwa nafas ini kan
berhenti sesuai daftar menit kehidupan dari Sang Pencipta…
Jangan
biarkan diri ini kaku tuk melangkah dan menelusuri jalan setapak ini…
Dan
biarkan nafas dalam kotak kaca itu menelusuri senyawa dalam atmosfer kehidupan
Ku
Ingin Kembali Dalam Lingkaran Cintamu
Bersemi
dalam ikatan cinta yang abadi….
Slalu
kan ada
kenangan dalam bingkai kisah kebahagiaan…
Romantisnya
dunia cinta yang mengiringi perjalanan perjumpaan kita…
Awal
menjalin kasih kita mengerti pribadi masing – masing…
Tak
terbayangkan adanya gonjalan – gonjalan kan
menghadang…
Itu
tak terpikir dari kita karena tumbuhnya bunga cinta muda yang baru kita rasa…
Hanya
manisnya madu yang terhisap oleh sang kumbang… yang manpu kita lihat…
Tak
sadar setengah perjalanan kita tak mampu menahan gejolak hati ini…
Kekacauan
menerpa dan menyelinap dalam lembutnya kasih yang terjalin…
Ikatan
itu terpisah sejenak, membiarkan kesalahpahaman memisahkan kita?...
Apa
yang harus disalahkan?? Waktu? Ego kita? Rasa ini? Tak ada yang disalahkan…
Namun
koreksi masing – masing yang kita pahami…
Kini
lingkaran cinta yang dulu ada hanya tinggal bayangan warna yang terhempas…
Ingin
ku ukir dengan kisah yang dulu pernah kita rangkai…
Namun
masihkah ada waktu? Adakah pintu tuk menuju hatimu lagi?...
Dalam
hari bahagiamu ku ingin melihat senyuman manismu…
Sebelum
harapan ini tertutup atas kesalahan yang telah ku lakukan…
Ijinkan
ucapan kasih sayang ini terucap dari bibir insan yang mengharap balasan kasih
sayang dari dirimu?...
Semoga
ku dapatkan tuk melengkapi kisah hidupku yang tiada suara cinta dalam belaian
telinga…
Kasih
sayangku kan
selalu terpancar untuk seseorang yang tak terlupakan dihati ku…
Diri
mu yang ku nanti…
15
Mei Memory Awal Kenangan Yang Ku Nanti… kebahagiaanmu kan jadi kenangan manisku…





